Direktur Politeknik Bumi Akpelni (PBA) pada hari Senin (5/1) berkesempatan hadir langsung untuk menandatangani kesepakatan Arah Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak 2026 dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan penandatanganan berlangsung di Aula Graha Diktisaintek, Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta 10270.

Hadir secara langsung, Menteri Diktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. didampingi Wamendiktisaintek dan para pejabat di lingkungan Diktisaintek. Baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ikut mendandatangi dokumen serupa, hanya bedanya untuk PTN disebut Kontrak Kinerja dan ditandatangani bersama oleh Pimpinan PTN dan Bapak Menteri. Sedangkan untuk PTS disebut Arah Kinerja dan ditandatangani oleh Pimpinan PTS dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) sesuai wilayah masing-masing.
Total sekitar 300 Pimpinan dari seluruh PTN dan perwakilan 10 PTS dari LLDikti Wilayah I – XVII diundang pada acara tersebut. Pada kesempatan ini, PBA merupakan satu-satunya perwakilan dari unsur Pendidikan Tinggi Vokasi di lingkungan LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah. Adapun 9 PTS lainnya di Jawa Tengah yang turut diundang hadir adalah Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Semarang, Universitas Duta Bangsa Surakarta, Universitas Pancasakti Tegal, dan Universitas Stikubank.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Kemdiktisaintek tengah menggelorakan program strategis Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Kemdiktisaintek mendorong agar perguruan tinggi memperkuat sinergi dan kolaborasi, riset dan inovasi, transformasi, serta fokus pada solusi dalam menjawab tantangan global.
Untuk itu, Kemdiktisaintek telah menetapkan 4 sasaran program yakni Talenta, Inovasi, Kontribusi pada Masyarakat, dan Tata Kelola Berintegritas. Setiap sasaran program dijabarkan lagi ke dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi target capaian bagi perguruan tinggi. Ada 6 IKU wajib yakni IKU 1 terkait Angka Efisiensi Edukasi, IKU 2 terkait Kinerja Lulusan, IKU 3 terkait Mahasiswa Berkegiatan/ Berprestasi di Luar Kampus, IKU 5 terkait Luaran Hasil Kerjasama, IKU 7 terkait Keterlibatan Perguruan Tinggi dalam SDG, dan IKU 9 terkait Pendapatan Non-Pendidikan/ UKT.
Selain 6 IKU Wajib, perguruan tinggi juga harus memilih 2 IKU dari 5 IKU Pilihan. Kelima IKU Pilihan tersebut Adalah IKU 4 terkait Dosen yang Mendapat Rekognisi Internasional, IKU 6 terkait Publikasi Bereputasi Internasional, IKU 8 terkait SDM Perguruan Tinggi yang Terlibat dalam Penyusunan Kebijakan, IKU 10 terkait Zona Integritas, dan IKU 11 terkait Laporan Keuangan Perguruan Tinggi. Selain IKU Wajib dan IKU Pilihan, perguruan tinggi juga wajib mengajukan 1 IKU Partisipatif yang sesuai keunggulan perguruan tinggi.
PBA sebagai PTS Vokasi Kemaritiman dalam Arah Kinerja yang ditandatangani telah menetapkan baseline berdasarkan capaian di tahun 2025 dan juga menetapkan target capaian di tahun 2026. Pada IKU Wajib terdapat 2 IKU yang tahun 2025 sudah mencapai di atas 80% yakni IKU 2 dimana 83,2% lulusan langsung bekerja atau menaljutkan studia tau berwirausaha kurang dari 1 tahun setelah lulus, serta IKU 3 dimana 89,2% mahasiswa beraktivitas di industri atau berprestasi di luar kampus. Pada tahun 2026, PBa menargetkan kenaikan IKU 2 sebesar 91% dan IKU 3 sebesar 93%.
Terkait dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDG), PBA diwajibkan terlibat pada SDG 1 (tanpa kemiskinan), SDG 4 (pendidikan berkualitas), dan SDG 17 (kemitraan). Selain 3 SDG wajib tersebut, PBA juga diminta menetapkan dukungan pada 2 SDG lain dan memilih untuk terlibat aktif pada SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) dan SDG 14 (ekosistem laut).
Pada IKU Pilihan, PBA memilih untuk fokus pada IKU 8 dan 11. Direktur PBA, Capt. Cahya Fajar mengungkapkan bahwa saat ini tengah mendorong Internasionalisasi di lingkungan PBA. “Tahun 2025 lalu, kami berhasil menyelenggarakan untuk pertama kalinya Internasional Seminar. Tentunya dengan ini diharapkan menjadi pelecut semangat para dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang selain bermanfaat, juga diakui dunia Internasional melalui publikasi berskala Internasional”, demikian disampaikannya pada wawancara usai menandatangani Arah Kinerja dengan Kemdiktisaintek yang diwakili oleh Kepada LLDikti Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd.

Prof. Aisyah menyampaikan pesan bahwa kegiatan semacam ini perlu agar PTS juga bisa satu visi bersama dalam mewujudkan program-program Kemdiktisaintek. Selain itu juga dapat digunakan sekaligus sebagai sarana benchmarking dengan Pimpinan dari Perguruan Tinggi yang lain untuk meningkatkan kualitas dan luaran PTS kita. “Pada kegiatan penandatanganan Arah Kinerja PTS ini, kita mendapat arahan langsung dari Bapak Menteri tentang tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia pada masa kini dan mendatang serta menyimak best practice dari kampus lain yang harapannya dapat menginspirasi PTS, khususnya di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dan menjadi perguruan tinggi yang unggul”, demikian tambahnya. Sebagai penutup acara, disampaikan bahwa kegiatan penandatanganan ini masih akan dilanjutkan dengan seluruh PTS di Indonesia dengan metode desk to desk. Harapannya dengan Arah Kinerja yang sama, maka seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia bisa bergerak bersama dalam rangka mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.