Jelang Magang Industri, Taruna MPLM Politeknik Bumi Akpelni Dibekali Kompetensi Ekspor Impor dan Logistik
Menjelang pelaksanaan magang industri, taruna Program Studi Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim (MPLM) semester 5 Politeknik Bumi Akpelni Semarang mendapatkan pembekalan kompetensi melalui rangkaian pelatihan dan uji kompetensi bidang ekspor impor, administrasi logistik, dan port clearance.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Politeknik Bumi Akpelni dalam mempersiapkan taruna agar tidak hanya menguasai pembelajaran secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Rangkaian kegiatan diikuti taruna MPLM Angkatan 60 kelas A dan B Rangkaian pelatihan dimulai dengan Staf Ekspor Impor pada 6–8 Oktober 2026, dilanjutkan Administrasi Logistik pada 12–14 Oktober 2026, serta Port Clearance pada 20–22 Oktober 2026.
Ketua Program Studi MPLM Politeknik Bumi Akpelni, Tini Utami, M.Si, mengatakan pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan taruna sebelum mereka terjun langsung ke dunia industri.
“Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bekal bagi taruna dan taruni untuk memasuki dunia kerja. Kami berharap kompetensi yang diperoleh di kampus semakin kuat ketika mereka menjalani magang dan selanjutnya memasuki dunia profesional,” ujar Tini.
Pelajari Proses Ekspor Impor hingga Kepabeanan
Pada tahap pertama, taruna mendapatkan materi mengenai perdagangan internasional dan kegiatan ekspor impor.
Materi yang diberikan antara lain overview perdagangan internasional dan ekspor impor, pengurusan dokumen pengangkutan barang ekspor impor, WTO dan Incoterms 2020, Documentary Credit atau Letter of Credit, pemilihan moda transportasi ekspor impor, pengiriman barang ke pelabuhan, hingga kepabeanan ekspor dan impor.
Setelah mengikuti pembelajaran, taruna dijadwalkan mengikuti uji kompetensi Staf Ekspor Impor pada 8 Oktober 2026.
Pembekalan tersebut dinilai penting karena aktivitas logistik dan perdagangan internasional membutuhkan ketelitian dalam menangani dokumen, memahami prosedur, memilih moda transportasi, serta mengetahui ketentuan kepabeanan.
Bagi taruna MPLM, pemahaman tersebut menjadi salah satu kompetensi yang dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan di sektor logistik, perusahaan pelayaran, freight forwarding, maupun aktivitas perdagangan internasional.
Dilanjutkan Administrasi Logistik dan Port Clearance
Rangkaian berikutnya adalah pelatihan Administrasi Logistik yang dijadwalkan pada 12–14 Oktober 2026.
Materi yang diberikan meliputi Introduction to Logistics, Proper Packaging, Warehouse Operation Management, pengiriman barang, customer servicing, inventory management, Warehouse Management System (WMS), K3, hingga manajemen mutu logistik.
Taruna kemudian mengikuti uji kompetensi Administrasi Logistik pada 14 Oktober 2026.
Sementara pada pelatihan Port Clearance, materi yang diberikan lebih banyak bersentuhan dengan aktivitas pelayanan kapal dan kepelabuhanan.
Dalam jadwal kegiatan, taruna akan mendapatkan materi mengenai regulasi keselamatan pelayaran, sistem dan prosedur penerbitan izin olah gerak, izin sandar dan Surat Persetujuan Berlayar, pemeriksaan barang ekspor-impor, pemberitahuan pabean, hingga prosedur keimigrasian.
Materi juga mencakup pemeriksaan kesehatan kapal dan penumpang, pelayanan jasa kapal dan barang di pelabuhan, terminal peti kemas, keagenan kapal, serta proses clearance in dan clearance out kapal asing maupun kapal dalam negeri.
Menariknya, dalam pelatihan tersebut taruna juga diperkenalkan dengan penggunaan sistem Inaportnet, termasuk proses pengajuan clearance in/out kepada KSOP serta pelayanan jasa kapal kepada PT Pelindo melalui sistem tersebut.
Wadir I: Bekal Kompetensi untuk Hadapi Persaingan Kerja
Wakil Direktur I Politeknik Bumi Akpelni, Eko Nur Hidayat, yang hadir mewakili Direktur, mengatakan pelatihan dan uji kompetensi tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“Pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam membekali taruna dan taruni dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki modal yang lebih kuat untuk memenangkan persaingan di dunia kerja,” ungkap Eko.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki tantangan untuk memastikan proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori.
Taruna perlu mendapatkan pengalaman yang mendekati kondisi nyata di industri, termasuk memahami prosedur kerja, dokumen, sistem pelayanan, teknologi, serta budaya disiplin yang berlaku di lingkungan profesional.
ALFI: Disiplin Menjadi Kekuatan Lulusan
Sementara itu, Ketua DPW ALFI Jawa Tengah, Teguh Arif Handoko, S.E., M.Si, mengingatkan bahwa persaingan di dunia kerja semakin ketat.
Menurutnya, selain kompetensi teknis, lulusan juga perlu mempertahankan karakter dan kedisiplinan sebagai bagian dari keunggulan ketika memasuki dunia profesional.
“Persaingan di dunia kerja semakin ketat. Taruna dan taruni Politeknik Bumi Akpelni harus dapat mempertahankan image di masyarakat bahwa lulusan Politeknik Bumi Akpelni lebih disiplin dibandingkan lulusan lain. Fenomena tersebut merupakan salah satu kekuatan untuk memenangkan persaingan di dunia kerja,” kata Teguh.
Pernyataan tersebut sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan kompetensi dan kedisiplinan sebagai bagian penting dari kesiapan lulusan.
Perkuat Sinergi dengan Dunia Industri
Kegiatan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Politeknik Bumi Akpelni dengan DPW ALFI/ILFA Jawa Tengah dan LKP Logistik Indonesia (LKP LOGIN).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dr. Gunawan, S.T., M.M., Direktur Pelaksana LKP Logistik Indonesia, serta Suprapto, S.E., M.M., CPSCM, CMILT., Direktur LKP LOGIN sekaligus Ketua Yayasan Logistik Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan kompetensi di dunia industri.
Terlebih, taruna MPLM semester 5 akan memasuki tahap magang industri pada semester berikutnya.
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk memperoleh pengalaman belajar tambahan, tetapi juga menjadi momentum bagi taruna untuk mengenali lingkungan kerja yang akan mereka hadapi.
Bukan Sekadar Sertifikat
Bagi taruna, rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk memahami bahwa pekerjaan di bidang logistik dan kepelabuhanan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan administratif.
Ketelitian membaca dokumen, kemampuan memahami prosedur, penguasaan sistem digital, komunikasi, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sesuai standar menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan.
Program Staf Ekspor Impor yang diselenggarakan LKP Logistik Indonesia, misalnya, memuat materi perdagangan internasional, dokumen pengangkutan, Incoterms 2020, Letter of Credit, moda transportasi, prosedur pengiriman barang, dan kepabeanan.
Sementara itu, Administrasi Logistik memberikan pengalaman pada aspek pergudangan, persediaan, WMS, pengiriman barang, pelayanan pelanggan, K3 dan manajemen mutu logistik.
Untuk Port Clearance, taruna diperkenalkan pada ekosistem pelayanan kapal yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari KSOP, Bea Cukai, Imigrasi, layanan kesehatan, Pelindo hingga perusahaan keagenan kapal.
Rangkaian pembelajaran tersebut diharapkan membuat taruna lebih siap ketika memasuki lingkungan industri dan mampu memahami hubungan antara satu proses dengan proses lainnya dalam rantai logistik dan kepelabuhanan.
Menyiapkan Generasi Muda untuk Dunia Logistik
Bagi calon mahasiswa yang saat ini duduk di kelas XII SMA/SMK, perkembangan sektor logistik dan kepelabuhanan dapat menjadi salah satu bidang yang menarik untuk dipertimbangkan sebagai pilihan karier.
Aktivitas perdagangan internasional membutuhkan sumber daya manusia yang memahami pergerakan barang, dokumen, transportasi, pergudangan, kepabeanan, pelayanan kapal, hingga sistem informasi logistik.
Melalui pendidikan vokasi, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai konsep, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis yang berkaitan dengan kebutuhan industri.
Politeknik Bumi Akpelni sendiri terus mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan kompetensi akademik dengan pengalaman praktis, termasuk melalui kerja sama dengan asosiasi dan lembaga yang bergerak di sektor logistik dan kepelabuhanan.
Rangkaian pelatihan dan uji kompetensi bagi taruna MPLM Angkatan 61 tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menyiapkan mereka sebelum menjalani magang industri sekaligus memasuki dunia profesional.
Dengan bekal kompetensi, pengalaman, dan kedisiplinan, taruna diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri logistik dan kepelabuhanan yang semakin dinamis.